Salah satu cara yang digunakan untuk menarik perhatian dalam sebuah konten digital marketing adalah engagement. Engagement secara singkatnya adalah komunikasi dua arah. Konten yang baik adalah konten yang bisa mengajak para audiensnya untuk memberikan respon.
Menurut ahli statistik dari India yaitu Avinash Kausik ada 3 kategori yang bisa digunakan untuk mengukur engagement yaitu konversasi (percakapan), amplifikasi (penyebaran), dan aplaus (respon). Apa saja tips untuk mendesain konten interaktif?
5 Tips Desain Konten Interaksi/ Engagement
Sebenarnya apa sih tujuan meningkatkan engagement atau komunikasi dua arah dengan pembaca? Tujuannya adalah agar pembaca tertarik dengan konten yang sudah Anda buat, ketika seseorang sudah tertarik maka dengan mudah Anda mengarahkannya sesuai dengan harapan:
1. Menggunakan Poin atau Nomor
Tips yang pertama adalah gunakan poin atau nomor. Mengapa harus menggunakan poin atau nomor? Jawabannya agar pembaca tidak bingung dan tidak bosan. Menggunakan poin atau nomor juga lebih memudahkan pembaca untuk membacanya.
Di sisi lain, berdasarkan penelitian yang sudah dilakukan, pembaca juga akan lebih tertarik membaca konten yang ada nomor atau poin-poinya dibanding dengan konten yang memanjang, apalagi jika kalimat tersebut dicetak tebal.
Sekedar informasi juga, mayoritas pembaca, membaca sebuah konten dengan sistem skimming (cepat). Â Solusinya, Anda harus memilih jasa desain yang bisa memberikan penomoran atau poin agar isi konten mudah tersampaikan.
2. Gaya Bahasa yang Friendly
Kedua adalah gaya bahasa yang friendly. Dalam artian, bahasa yang digunakan harus bersahabat bagi semua kalangan. Atau lebih tepatnya, jika Anda menyasar kalangan tertentu maka bahasa yang Anda gunakan dalam konten juga harus sesuai dengan zamannya.
Gaya bahasa yang friendly juga bisa digunakan untuk mengukur sejauh mana respon yang diberikan pembaca terhadap konten kita. Semakin Anda menggunakan gaya bahasa yang friendly maka kemungkinan mendapat respon dari pembaca akan semakin banyak.
3. Tidak Terlalu Banyak Kata
Jangan mendesain konten Anda dengan terlalu banyak kata alias bertele-tele. Cukup dengan menambahkan gambar yang sekiranya pembaca bisa memahami apa maksud dari konten yang Anda buat.
Karena jika terlalu banyak kata dalam konten, maka pembaca akan menilai bahwa konten Anda kaku dan membosankan. Berbeda dengan konten yang tidak terlalu banyak kata tetapi struktur tulisan dan gambarnya jelas. Pembaca akan menikmatinya dan memberikan respon.
Jadi, hindari penggunaan terlalu banyak kata dan paragraf ya.
4. Memilih Warna yang Solid
Tips selanjutnya adalah memilih warna yang solid. Apa yang dimaksud warna yang solid? Yaitu warna yang kebanyakan disukai oleh pembaca. Anda bisa menambahkan warna biru pada konten, karena berdasarkan hasil penelitian warna biru lebih menarik perhatian.
Jangan memakai warna yang terkesan membosankan atau kalau kebanyakan orang menyebutnya “suremâ€Â, ini akan memperkecil peluang konten Anda disukai oleh pembaca. Melihatnya saja sudah surem apalagi membacanya. Kiranya itu yang ada di pikiran konsumen.
5. Menggunakan Ajakan Pada Konten
Ini adalah poin terpenting. Agar konten bersifat interaktif dan memunculkan komunikasi dua arah maka seharusnya menggunakan kalimat ajakan. Entah itu untuk komen, like, bagikan, atau ajakan membeli produk yang Anda jual.
Atau bisa Anda gunakan konten pertanyaan, seperti apa produk yang Anda suka, atau apa harapan untuk produk ke depannya.
5 Tips desain konten interaksi/ engagement di atas bisa Anda gunakan sebagai acuan dalam mendesain sebuah konten. Namun, alangkah baiknya jika Anda  mempercayakannya kepada yang lebih berpengalaman yakni Juragan Kreatif. Juaranya desain, harga ekonomis dan dijamin puas.







